Radar Neptunus (Part 1)…. d(^_^)b

Rona wajahku sedikit melebar, tawa, senyum dan sedikit kelucuan melihat sesosok gadis yang tak lain adalah Maudy Ayunda, pemeran sosok Kugy mengangkat dan mengacungkan kedua jari telunjuknya dekat telinga ibarat sebuah radar yang bisa mencari keberadaan seseorang, menyebutnya sebagai Radar Neptunus, membuka film yang diangkat dari Novel karya Dewi Lestari (Dee) Perahu Kertas. Aku bilang  ini simbol baru, trend baru bagi mereka yang menggandrungi Perahu Kertas untuk terus berlayar dengan radar pencari “Radar Neptunus… emoticonnya begini kata temenku salah satu anggota agen neptunus ..hehe d(^_^)b

 Menonton film dibioskop sebenarnya momen yang sangat langka bagiku. Disamping dikota ku juga tidak ada yang namanya bioskop, ketika sudah jadi perantau di negeri orang pun jarang sekali aku datang ke tempat yang namanya bioskop. Ketika film yang bagus muncul, paling tidak aku menganggap nanti juga muncul di TV. Dan akhirnya kesempatan itu datang, layaknya durian jatuh di kepalaku momen yang paling bersejarah dalam hidupku itu akhirnya datang juga, film ini ku predikati dan kuberi gelar film keduanya aku menonton di bioskop. Terimakasih atas kebaikan dan amal kawan-kawanku yang telah sudi mengajakku film yang sebenarnya sudah aku nanti setelah melihat cuplikan trailernya di salah satu stasiun televise..hehe (agak lebay dikit…). Novel Perahu Kertas dan lagu OST. yang bagus apalagi karya dari seseorang penulis Novel yang taka sing lagi bagiku.

 Hari Rabu siang kemaren tepatnya pukul 12.15 WIB tanggal 12 September 2012  menjadi hari bersejarah bagiku. Aku bersama kawan2ku bertiga, kebetulan salah satunya pengidola sosok Maudy Ayunda si pemilik gigi kelinci yang imut kata temenku sontak langsung masuk ke dalam bioskop dengan penuh semangat 45. Kami duduk di bangku 11 deretan sekitar nomer 5 dari depan. Taste yang pertama kali muncul waktu itu, kita seperti makhluk aneh. Kenapa aneh?? Iya, tak ragu2 aku menoleh kebelakang, Lho ko penontonnya cewek semua ya….???, “Kita ga salah masuk film kan, ri?, sedikit mringis tertawa (sekarang Anda boleh tertawa, kalau ada mood ya…hehe). Tetapi ku buang jauh-jauh keanehan kita yang penting aku bisa nonton film yang satu ini, temen2ku mengangguk dan sedikit tertawa. Hampir 15 menit, penonton sudah mulai cukup banyak. Tak hitung penonton cowo ada beberapa, dan aku melihat sosok yang ternyata lebih aneh dan parah dari kita aku menyebutnya (4 cowok macho Perahu Kertas), aku berpendapat mungkin orang tersebut lagi galau, hanya sendiri duduk tak jauh dari tempat duduk kita terlihat samar2 tertutup kegelapan. Ku pandang pelan-pelan, sedikit ku fokuskan lensa mataku, sorot cahaya terkadang sedikit menampakkan sosoknya. Tak lama tatapanku sedikit hilang pudar, fokus lensa mataku sedikit aku perbesar dan perlahan demi perlahan ku alihkan, layar televisi kurang lebih 1000 inchi itu mulai menyorotkan cahaya berupa gambar Sampul hijau Novel Perahu Kertas mengalihkan perhatianku, hati sedikit berdebar-debar dan pergelaran film pun segera dimulai…… (to be continued…) :)

About these ads

Komentarmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s