Demi Mereka Para Pahlawan Keadilan….

Sebuah kemunafikan yang dalam ketika kita melihat sebuah situasi negeri ini. Tak hanya mereka yang munafik dengan agamanya sendiri, memperkaya segunung harta dengan cara apapun asal dirinya hidup senang tanpa memikirkan hal perihal akibat perbuatan keji yang dilakukannya. Rakyat semakin tertindas tak berdaya dengan perbuatan licik Sang Penguasa yang tidak berperi kemanusiaan. Negeri ini pun makain ternodai dengan keadilan yang tak kunjung bernasib baik bagi mereka yang memperjuangkannya. Bahkan nyawa harus diterima, ketika mereka telah mengusik kehidupan mereka yang ingin menunjukkan kebenaran.

Mata saya tertuju pada sebuah edisi khusus tentang Sang Hero penegak keadilan di negeri ini di Kick Andy Show hari Jum’at kemarin. Saya tertegun ketika diantara mereka membuat sebuah surat dan dibacakan sekaligus kepada pemirsa tentang asa dan harapan mereka kepada Bapak Presiden. Tamu yang hadir pada acara itu adalah Ibu Marina Sumarsih  adalah ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan (Wawan) mahasiswa Universitas atma jaya yang tewas saat Peristiwa Semanggi I yang berjuang bersama suami, Arief Priadi, dan para orang tua korban lainnya, menuntut keadilan atas kematian putranya,  Indra Azwan bapak yang kita pernah kenal di televisi sebagai seorang yang telah berjalan kaki sampai ke negeri seberang hanya untuk menuntut keadilan anaknya putra sulungnya yang masih berusia 12 tahun yang saat itu harus menghadap sang khalid dengan cara yang tragis. Terlebih penyebab kematian sang buah hatinya itu akibat menjadi korban tabrak lari dari sebuah mobil, yang di kendarai oleh seorang oknum perwira polisi.  Edy Chandra, adalah salah satu dari ribuan korban yang masih menunggu realisasi janji pemerintah itu. Edy merasa miris ketika melihat teman-teman sesama korban, masih hidup luntang lantung di barak pengungsian padahal janji pemerintah dengan membangun 6000 rumah tinggal bagi korban Tsunami Aceh. Siput Lokasari salah seorang nasabah Bank Century yang memperjuangkan keadilan atas kasus yang menjerat Bank Century, uangnya sebesar Rp 5,4 miliar tak kunjung di kembalikan setelah dialihkan ke sebuah reksadana fiktif. Dan yang terakhir tak lain adalah Suciwati istri Alm. Munir seorang aktivis HAM sekaligus pendiri KontraS dan Imparsial ini, meninggal di atas pesawat ketika dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda.

Mereka semua berteriak meminta secercah harapan akan keadilan atas perbuatan keji mereka para penjahat menafik, karena hanya ingin kekuasaan apapun mereka lakukan asal perbuatan liciknya tak jatuh ke public. Mereka adalah pahlawan keadilan negeri ini yang seharusnya diberikan apresiasi bukan malah menjadi musuh bahkan sasaran kematian oleh Sang Penguasa licik itu. Saya pun ikut terenyuh ketika mereka membacakan satu demi satu surat yang isinya keinginan mereka kepada Bapak Presiden untuk mendapatkan secercah harapan dan keadilan. Kapan negeri ini menjadi lebih baik atau setidaknya meraba ke fase pencerah agar negeri ini terkena sinar kemakmuran bukan malah dipantulkan dan hilang entah kemana. Kita prihatin tentang kondisi negeri ini, mudah-mudahan Allah member jalan kepada kita semua, menyadarkan kita semua dari perbuatan-perbuatan yang melanggar agama, itu adalah kunci agar kita bisa memperbaiki negeri ini. Semua tergantung pada diri kita demi kemakmuran negeri ini.

Sisa darah malam itu mengalir di atas tanah.
Hujan deras mengalir turun. Air, keringat, dan darah bercampur jadi satu.
Jasadnya pun mengeras menjadi batu, dan melebur menjadi tanah.
Saripati, spora, lebah, para semut.

Antara akar, batang, dan dedaunan, air mengalir dan kehidupan berjalan:
di atas darah, tumbuh darah.
Darah yang ditebas oleh darah menumbuhkan darah.

Harum bunga di atas makam pahlawan.
Mereka yang merayakan kebebasan,
dalam waktu, bersorak ramai dan meninggalkan pedang pembunuhan,
kaki-kaki mereka berjejak di atas makam pahlawan.

(aethrium)

Advertisements

Komentarmu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s